Gawat! Jokowi: Semua Negara Kini Dalam Situasi Sulit

Gawat! Jokowi: Semua Negara Kini Dalam Situasi Sulit
Foto: Presiden Joko Widodo memimpin apel kehormatan dan renungan suci tepat pukul 00.00 WIB, Kamis (17/8/2023) di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. (Instagram @jokowi)

CYDEM.CO.ID, Jakarta, - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membuka Rapat Pimpinan Nasional Jaringan Kemandirian Nasional di Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Selasa (29/8/2023). Dalam kesempatan ini, Jokowi mengungkapkan bahwa saat ini semua negara berada dalam situasi yang tidak mudah.

"Saat tadi disampaikan tentang urusan tahun politik, saya ingin terlebih dahulu menyampaikan bahwa saat ini semua negara berada dalam posisi yang tidak mudah. Semua negara menghadapi tantangan yang sangat sulit," ungkap Jokowi dalam pidatonya.

Ia memberikan contoh, seperti di Amerika dan Eropa, di mana terlihat situasi sulit dari segi pertumbuhan ekonomi, inflasi, serta kenaikan harga-harga yang signifikan. Bahkan, menurut Jokowi, di Eropa harga energi seperti listrik, gas, dan bensin telah naik hingga mencapai 700%.

"Bayangkan, naik sebanyak 700%. Di sini saja naik sekitar 10-15% dalam tiga bulan. Bayangkan jika naik 700%, berapa lama dampaknya akan terasa. Ini sungguh sulit, harga pangan naik dua kali lipat, naik hingga 50%," paparnya.

Oleh karena itu, Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia masih bisa bersyukur karena berhasil mengendalikan tingkat inflasi pada angka 3,1%, mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17% pada kuartal II, serta masuk dalam peringkat terbaik tiga dunia.

"Kondisi ekonomi yang baik saat ini hanya dimiliki oleh beberapa negara G20, seperti Indonesia, India, dan RRT, sedangkan negara lain mengalami tekanan berat. Dunia dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari krisis pangan, krisis energi, hingga permasalahan geopolitik dan konflik di berbagai negara," sambung Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga membagikan pengalamannya dalam kunjungannya ke beberapa negara di Afrika. Ia menyoroti betapa pentingnya air bagi banyak negara di benua tersebut, dan Indonesia sebaiknya bersyukur karena masih memiliki akses yang memadai terhadap sumber daya air dan pangan.