Gerhana Matahari 'Cincin Api' Memukau Dunia, Indonesia Menanti Fenomena 2042

Dunia akan segera disaksikan oleh salah satu fenomena alam paling menakjubkan, Gerhana Matahari 'Cincin Api', yang dijadwalkan akan terjadi pada Sabtu, 14 Oktober. Meskipun sayangnya, Indonesia bukanlah salah satu wilayah yang beruntung melihat fenomena ini secara langsung, para pecinta astronomi tetap merasa bersemangat.

Gerhana Matahari 'Cincin Api' Memukau Dunia, Indonesia Menanti Fenomena 2042
Ilustrasi Gerhana Matahari 'cincin api'. Foto: pixabay

Jakarta' Cydem.co.id - Berbeda dengan gerhana Matahari biasa, gerhana 'Cincin Api' menyajikan pemandangan luar biasa ketika kilauan cahaya di sekeliling Bulan membentuk cincin menyilaukan yang menutupi Matahari. Julukan "cincin api" berasal dari penampakan gerhana Matahari yang mirip dengan Gerhana Matahari Total. Namun, kali ini, Bulan berada pada titik terjauh dalam orbitnya dari Bumi, sehingga tidak dapat sepenuhnya menutupi Matahari. Akibatnya, cahaya Matahari yang berapi-api mengelilingi bayangan Bulan, menciptakan pemandangan yang memukau.

Gerhana Matahari 'Cincin Api' ini akan dimulai di Amerika Serikat pada pukul 09:13 pagi waktu setempat (sekitar 23.13 WIB) dan melintasi pantai Oregon hingga Pantai Teluk Texas. Wilayah-wilayah lain yang akan menyaksikan keindahan cincin api ini termasuk Oregon, Nevada, Utah, New Mexico, dan Texas. Bahkan beberapa bagian di California, Idaho, Colorado, dan Arizona juga akan mendapat kesempatan melihat fenomena ini. Gerhana akan mencapai puncaknya di Amerika Serikat pada pukul 12:03 malam CT (15 Oktober 00:03 WIB).

Setelah meninggalkan Amerika Serikat, gerhana ini akan melintasi Meksiko, Belize, Honduras, Panama, dan Kolombia sebelum berakhir di pesisir Atlantik Amerika Selatan, di Natal, Brasil.

Namun, untuk Indonesia, sayangnya, fenomena ini tak dapat disaksikan. Gerhana Matahari yang terakhir kali dapat dilihat di Indonesia pada tahun ini adalah gerhana Matahari hibrida pada bulan April lalu.

Meskipun begitu, ada kabar baik untuk para pecinta astronomi di Indonesia. Menurut staf observatorium Bosscha Bandung, Yatni Yulianti, walaupun harus menunggu beberapa tahun lagi, masyarakat Indonesia dapat menyaksikan fenomena gerhana Matahari pada rentang tahun 2028 hingga 2042.

Menurutnya, pada 22 Juli 2028, Indonesia akan dapat melihat gerhana Matahari sebagian. Kemudian, pada 21 Mei 2031, Indonesia akan dilewati oleh gerhana Matahari cincin, yang akan melintasi dua wilayah di Tanah Air, yaitu Kalimantan dan Sulawesi.

Puncak kegembiraan akan terjadi pada 20 April 2042, saat Indonesia akan kembali 'bertemu' dengan Gerhana Matahari Total. Gerhana ini akan melintasi Sumatera, sebagian Kalimantan, dan sedikit di Filipina pada waktu tersebut.

"14 Oktober 2042 adalah saatnya ketika gerhana Matahari cincin akan melintasi Indonesia, melewati Kalimantan, Sulawesi, dan pulau-pulau di kawasan timur. Jadi tahun 2042 akan menjadi tahun yang spesial dan sibuk bagi para astronomi di Indonesia," kata Yatni Yulianti dengan penuh antusiasme pada Agustus lalu.

Meskipun Indonesia harus bersabar untuk saat ini, antusiasme dan antisipasi menuju fenomena alam yang luar biasa ini hanya akan terus berkembang seiring dengan waktu. Sementara itu, para pecinta astronomi di Indonesia tetap tergugah oleh keajaiban alam semesta yang tak terhingga.