Anies Baswedan Mendorong Pemilu yang Jujur dan Kritik Terhadap Film 'Dirty Vote'

Anies menegaskan bahwa kejujuran dan transparansi harus menjadi landasan dalam pemilu untuk memastikan representasi yang adil

Anies Baswedan Mendorong Pemilu yang Jujur dan Kritik Terhadap Film 'Dirty Vote'
Menurut Anies Baswedan, rakyat punya cara sendiri untuk merespons kecurangan. Ia pun mengingatkan agar hati-hati dengan rakyat yang ingin kejujuran.

Cydem.co.id' Jakarta - Calon presiden Anies Baswedan menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam proses pemilihan umum (Pemilu) sambil mengkritik film dokumenter terbaru yang mengulas dugaan kecurangan dalam Pemilu dan Pilpres 2024. Dalam sebuah pernyataan yang dibuat di kediaman Jusuf Kalla di Jakarta pada Senin (12/2), Anies mengingatkan bahwa rakyat memiliki cara tersendiri untuk merespons kecurangan, dan perlu diwaspadai manipulasi terhadap keinginan mereka akan kejujuran.

Anies memperingatkan bahwa dugaan kecurangan pemilu dapat merusak proses demokrasi, menyerupai pengaturan skor dalam pertandingan sepak bola yang bisa memicu kemarahan dan ketidakpuasan di kalangan masyarakat. "Jangan dikerjakan karena ini merusak semua, seperti pertandingan sepak bola yang kemudian segalanya serba diatur sampai skornya diatur. Marah penonton, penonton marah," ujarnya.

Kritik Anies tersebut terhadap film dokumenter 'Dirty Vote' muncul setelah rumah produksi WatchDoc merilis film tersebut pada Minggu (11/2). Disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono, film tersebut menampilkan tiga ahli hukum tata negara yang menjelaskan secara kronologis dugaan kecurangan dalam Pemilu dan Pilpres 2024.

Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar, para ahli yang muncul dalam film tersebut, menjelaskan bagaimana berbagai instrumen kekuasaan dimanfaatkan untuk memenangkan pemilu, bahkan jika prosesnya menabrak aturan dan merusak tatanan demokrasi.

Dalam konteks ini, Anies menekankan bahwa aspirasi dan keinginan rakyat harus menjadi fokus utama dalam pemilu, dan semua pihak harus berupaya untuk menghindari manipulasi yang dapat mengganggu integritas proses demokrasi. Menurutnya, pemilu yang jujur dan transparan adalah landasan yang tidak boleh diabaikan untuk memastikan representasi yang sah dan adil dalam pemerintahan.